Minggu, 11 Agustus 2013

KUNYIT


Masakan Indonesia dikenal dengan penggunaan bumbu rempahnya yang berlimpah, sehingga memiliki citarasa yang kaya. Salah satu rempah yang sering digunakan adalah kunyit.

Selama lebih dari empat ribu tahun, ekstrak kunyit sudah digunakan untuk kosmetik, tekstil dan obat. Di India, kunyit seringkali dijadikan bedak untuk membuat wajah para wanita terlihat bersinar.
Bukan hanya itu, dari banyak penelitian kunyit terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut manfaat kunyit bagi kesehatan dari berbagai penelitian seperti dikutip dari Divine Caroline.

- Penelitian di Universitas Texas menemukan bahwa curcumin (senyawa aktif dalam kunyit) menghambat tumbuhnya sel kanker kulit dan memperlambat penyebaran sel kanker payudara.

- Beberapa dokter juga menyarankan untuk mengonsumsi kari secara teratur. Itu karena kunyit adalah bahan utama dalam bumbu kari yang bisa mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer atau pikun. Ini terbukti dengan rendahnya jumlah penyakit tersebut di India, dimana masayarakatnya sering mengonsumsi kari.

- Penelitian di Italia menunjukan penderita osteoarthritis atau nyeri sendi yang melakukan pengobatan dengan ekstrak kunyit rasa nyerinya berkurang hingga 58 persen.

- Menurut penelitian tim dari University of Maryland, Amerika Serikat, kunyit membantu penyembuhan pasien radang usus besar.
- Dalam pengobatan ayurveda di China, kunyit digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, membersihkan liver dan membuta siklus mestruasi jadi lebih teratur.

- Penelitian di University of South Dakota menemukan bahwa sel kanker yang terkena curcumin menjadi lebih responsif terhadap pengobatan kemoterapi dan radiasi.

PEKERJAAN YANG HARUS HATI HATI TERHADAP PARU PARU


Penyakit paru-paru adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di perkotaan. Polusi serta kurangnya taman dan pepohonan membuat banyak orang yang tinggal di kota seringkali mengalami gangguan pernapasan.

Bahkan ada profesi tertentu yang sangat rentan mengalami gangguan paru-paru. Berikut lima profesi yang paling berbahaya bagi kondisi paru-paru, seperti dikutip dari Health.com.

1. Pekerja konstruksi
Pekerja yang menghirup debu di area pembongkaran atau renovasi dapat berisiko terkena kanker paru-paru, mesothelioma, dan asbestosis. Yaitu, suatu penyakit yang menyebabkan jaringan parut dan kekakuan pada paru-paru.
Menggunakan pakaian pelindung, termasuk respirator, saat bekerja di sekitar bangunan dan menghindari merokok dapat membantu mengurangi risiko masalah paru-paru.

2. Pekerja pabrik
Pekerja pabrik selalu terpapar debu, bahan kimia, dan gas. Ini membuat mereka berisiko tinggi mengalami COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease), yaitu gangguan karena saluran udara dan kantung udara di paru-paru menjadi meradang atau rusak. Untuk mencegahnya cara paling mudah selalu menggunakan masker.

3. Petugas kesehatan
Banyak petugas kesehatan yang sensitif terhadap serbuk residu yang ditemukan pada sarung tangan lateks. Serbuk tersebut dapat menyebabkan reaksi tipe asma parah.

4. Pekerja tekstil
Byssinosis, juga disebut penyakit paru-paru cokelat, adalah penyakit yang sering terjadi pada para pekerja tekstil yang membuat kursi, handuk, kaus kaki, seprai, dan pakaian. Pekerja menghirup partikel yang dilepaskan dari katun atau bahan lain. Ketika serat kapas terkoyak, menciptakan sejumlah besar debu dan dapat menyebabkan penyumbatan aliran udara yang signifikan.

5. Bartender
Melayani minuman di sebuah ruangan yang penuh asap menempatkan profesi bartender berisiko tinggi untuk penyakit paru-paru. Terutama jika mereka terpapar asap rokok selama bertahun-tahun dalam bar yang tertutup.

TELINGA BERDENGING

SEJUMLAH ilmuwan baru-baru ini menciptakan teknik baru mengatasi telinga mendengung atau tinnitus. Caranya dengan merangsang sel syaraf di leher dan melakukan permainan suara.
Kasus gangguan pendengaran sampai saat ini masih menghantui warga dunia. Menurut perkiraan Badan Kesehatan Dunia PBB (World Health Organization/WHO) pada 2005 terdapat 278 juta penderita gangguan pende-ngaran dan kurang lebih 75–140 juta penderita itu terkonsentrasi di Asia Tenggara. Namun, sejumlah berita membahagiakan kembali dilansir para ilmuwan.
Para peneliti baru-baru ini telah menemukan sejumlah cara untuk menyembuhkan penyakit kronis yang menyerang indra pendengaran, yaitu telinga mendengung atau lebih dikenal sebagai tinnitus. Penggunaan teknik merangsang sel syaraf di leher dan melakukan permainan suara untuk mengulang dari awal sistem (reboot) di otak terbukti mengurangi terjadinya gangguan ini.
Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan pada Rabu (12/1). Sampai saat ini memang belum ada obat untuk menyembuhkan tinnitus. Ini tentu saja menjengkelkan dan mengganggu sekitar 23 juta orang dewasa di Amerika Serikat, termasuk satu dari 10 penderitanya adalah orang tua dan 40 persen di antaranya berasaldari kalangan veteran militer.
Seperti juga dialami Gloria Chepko, 66, yang telah menderita tinnitussejak berumur empat tahun. Dia menggambarkan suara mendenging di telinganya seperti suara jangkrik, tetapi mirip juga dengan bunyi bel. Suaranya makin kencang saat dia sedang dilanda kelelahan. ”Ini mengerikan,” kata Chepko.
”Kadang-kadang terdengar sangat keras. Suaranya makin nyaring jika saya di bawah tekanan atau pergi keluar untuk waktu yang sangat lama dan saya sedang lelah,” ceritanya. ”Jika pikiran saya capai dan saya duduk sendirian, saya hanya akan mendengar suara (di telinga) ini,” tuturnya seperti dikutip dariAFP.
Bagi sebagian orang, seperti para veteran militer yang selalu terpapar suara kencang akibat ledakan keras dan tembakan beruntun juga jenis kebisingan lainnya –yang juga bisa terdengar seperti suara mengaum, mendesing, atau mengeklik– tentu akan mengganggu kemampuan mereka untuk menjalani hidup normal seperti orang lain.

Para ahli ekonomi menyebutkan, The US Veterans Administration menghabiskan USD1 miliar per tahun atas pembiayaan kecacatan yang terkait dengan penyakit tinnitus, di mana penyakit ini yang paling banyak terkait dengan pelayanan paling umum oleh seorang prajurit yang telah kembali dari Irak dan Afghanistan.
Ilmuwan percaya bahwa gangguan ini disebabkan oleh hilangnya pendengaran atau terjadinya kerusakan syaraf, di mana otak mencoba mengatasinya tetapi gagal untuk menyesuaikan diri.
”Perubahan sistem otak dalam mengatasi kerusakan saraf atau trauma koklea menyebabkan aktivitas saraf tidak teratur, yang diyakini bertanggung jawab sebagai penyebab berbagai jenis nyeri kronis dan tinnitus,” kata Michael Kilgard dari University of Texas, penulis pendamping studi dalam jurnal terbaruNature.
”Kami percaya bahwa bagian dari otak yang berfungsi memproses sebuah suara yaitu korteks pendengaran (auditory cortex) mendelegasikan neuron terlalu banyak untuk beberapa frekuensi, dan akhirnya gangguan itu pun mulai terjadi,” ungkap dia.
Untuk memperbaiki kerusakan itu, peneliti menggunakan tikus untuk menguji sebuah teori bahwa mereka dapat mereset otak dengan pelatihan ulang sehingga neuron yang menyimpang kembali ke keadaan normal. Pada tikus yang menderita tinnitus, simpul listrik merangsang syaraf vagus, yang berlangsung dari kepala melalui leher ke perut, dalam kombinasi dengan memainkan nada tinggi yang melengking. Ketika distimulasi, saraf dapat mendorong perubahan di otak dengan melepaskan bahan kimia seperti acetylcholine dan norepinephrine yang berfungsi sebagai neurotransmitter. Tikus yang menjalani proses keduanya, yaitu pemaparan suara dan stimulasi mengalami penghentian suara mendenging hingga tiga setengah bulan lamanya. Sementara tikus yang hanya menerima satu proses saja, yaitu pemaparan suara kencang atau hanya stimulasi, tidak mengalami perubahan apa-apa.
Pemeriksaan respons saraf di bagian korteks pendengaran menunjukkan tingkat normal pada tikus yang diobati dengan kombinasi rangsangan dan suara, menunjukkan gangguan tinnitus telah menghilang.
”Perawatan tikus ini berarti tidak hanya mereorganisasi neuron untuk merespons frekuensi asli mereka, tetapi juga membuat respons otak lebih tajam,” kata studi tersebut.
”Kuncinya bahwa,tidak seperti perlakuan sebelumnya, kita tidak menutup-nutupi tinnitus, kita tidak menyembunyikan tinnitus,” ujar Kilgard.
”Kami mengembalikan sistem otak dari bagian yang menghasilkan tinnitus ke sebuah bagian yang tidak menghasilkan tinnitus. Kami mencoba menghilangkan sumber
adanya gangguan tinnitus,” ungkap dia.
Menurut peneliti utama studi ini, Navzer Engineer, percobaan klinis pada manusia diharapkan akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang, dengan percobaan pertama diawali di Eropa. Dalam studi itu disebutkan, proses stimulasi saraf vagus, yang dikenal dengan vagus nerve stimulation/VNS, sudah digunakan dalam pengobatan sekitar 50.000 orang dengan epilepsi atau depresi.
”Metode untuk meminimalisasi cara invasif untuk menghasilkan saraf yang mudah dibentuk, memungkinkan kita untuk secara tepat memanipulasi sirkuit otak, yang tidak dapat dicapai dengan obat-obatan,” kata Engineer.
Memasangkan suara dengan VNS memberikan cara yang presisi untuk memasang kembali sirkuit yang rusak dan mengembalikan aktivitas abnormal yang menghasilkan suara aneh.
Seperti banyak penderita, Chepko telah belajar untuk bagaimana mengatasi kebisingan tersebut. ”Saya harus mencari cara lain untuk bersantai agar bisa bertahan dengan gangguan ini, mandi atau melakukan peregangan, atau hanya berbaring dan membaca buku, bergantung pada seberapa parah (suara) itu,” katanya.
”Saya harus hidup dengan penyakit ini atau menyudahinya,” tutur Chepko.


HATI HATI BARANG INI

Berbagai peralatan rumah tangga seperti pembersih kaca, karpet, hingga oven microwave sangat berjasa membantu pekerjaan rumah tangga. Namun di balik manfaatnya, berbagai alat rumah tangga ini bisa menyimpan ancaman kesehatan.

Banyak di antaranya yang mengandung bahan kimia berbahaya pemicu kanker seperti formaldehida, nitrobenzena, metilen klorida, dan napthelene, serta racun reproduksi dan pengganggu hormon. Ada juga bahan yang menyebabkan kerusakan hati, ginjal dan otak, alergi dan asma.

Buku 'Cancer: 101 Solutions to a Preventable Epidemic' karya Armstrong memuat daftar beberapa peralatan dan pembersih rumah tangga yang sarat racun karsinogen. Berikut 10 diantaranya, seperti dikutip Shine:

1. Penyegar udara
Penyegar udara semprot terbuat dari bahan napthelene dan formaldehida. Coba ganti wewangian ruangan dengan zeolit atau pewangi alami dari minyak esensial.

2. Pajangan
Kebanyakan pajangan berupa lukisan menggunakan Epoxy dan lem karet semen, cat akrilik, pelarut (thinner), dan spidol permanen yang mengandung karsinogen. Jika ingin mempercantik ruangan, pilih pajangan yang mengandung lebih sedikit bahan kimia.
3. Suku cadang otomotif
Sebagian besar suku cadang otomotif mengandung racun. Jauhkan mereka dari rumah. Bila tak dipakai segera buang ke tempat pembuangan limbah berbahaya.

4. Lilin
Hindari lilin parafin artifisial beraroma yang menghasilkan jelaga. Lebih baik gunakan lilin lebah dengan sumbu kapas.

5.Pembersih karpet
Biasanya pembersih karpet digunakan dalam keadaan kering mengandung unsur karsinogen. Gunakan pembersih karpet cair dari bahan alami seperti cuka dan jeruk lemon dicampur sedikit sabun.

6. Dry-cleaning
Pilih pakaian yang tidak memerlukan pembersih perkloroetilena. Mintalah agar pencucian basah, bukan kering. Atau, gunakan pembersihan kering dengan pembersih cair karbon atau jeruk.

7. Pembasmi hama kutu dan serangga
Hindari penggunaan pestisida. Lebih baik simpan makanan lebih baik untuk menghindari berkembangnya serangga dan kutu.

8. Cat dan pernis
Bila mengecat rumah, pilih produk cat yang memiliki VOC rendah atau yang ramah lingkungan.

9. Pestisida rumah tangga
Gunakan pestisida alami, misalnya yang diolah dari bawang putih dan cabai atau dari daun pepaya.

10. Microwave
Jangan panaskan makanan dalam microwave di wadah plastik. Lebih baik gunakan wadah dari kaca khusus untuk microwave.

3 CARA MENDETEKSI KESUBURAN

VIVAnews - Banyak orang mengandalkan alat tes kesuburan. Padahal, tanpa alat tersebut setiap orang bisa menganalisa sendiri tingkat kesuburannya. Mengetahui masa subur sangat penting bagi wanita yang tengah merencanakan kehamilan.

Yang harus Anda lakukan hanya pengamatan untuk melacak perubahan pada tubuh selama siklus menstruasi. Berikut tiga caranya, seperti dikutip dari Grace n' Glamour.

1. Cairan serviks

Amati lendir leher rahim (cervical mucus) yang keluar dari alat kelamin. Anda harus mengamati konsistensi, volume dan tekstur lendir dalam satu atau dua bulan, untuk mengamati perubahannya pada waktu ovulasi. Caranya dengan mengambil dengan jari lendir leher rahim.

Ketika terasa kering atau tanpa lendir artinya belum mendekati masa ovulasi. Jika terasa seperti krim, maka mendekati masa ovulasi. Lalu, sebaliknya, jika terasa basah, tebal dan lengket tandanya Anda dalam keadaan subur. Saat itu adalah yang tepat untuk berhubungan seksual karena kemungkinan hamil lebih besar.

2. Siklus menstruasi

Metode ini bisa dilakukan jika siklus menstruasi Anda teratur yaitu 28 hari. Karena jika siklus tidak teratur, Anda mungkin tidak dapat menentukan tanggal yang tepat. Fase subur rata-rata dimulai sejak hari ke 14 setelah menstruasi, sampai 5 hari menjelang datangnya menstruasi selanjutnya.

Sebelum mulai melakukan perkiraan fase subur, Anda harus melakukan pengamatan siklus menstruasi selama minimal enam bulan. Atau, menentukan bahwa fase subur terjadi 14+2 hari sesudah atau 14-2 hari sebelum menstruasi yang akan datang.

3. Temperatur tubuh

Mengetahui suhu tubuh basal Anda merupakan cara lain untuk menentukan masa kesuburan. Sekitar waktu ovulasi Anda akan mengalami sedikit mengalami lonjakan suhu tubuh. Tapi metode ini bersifat tambahan, dan untuk menganalisa harus digabung dengan dua metode diatas.

KELAINAN JANTUNG BAWAAN


Satu dari 33 anak yang lahir di Amerika Serikat mengalami kelainan atau cacat kongenital. Penyakit kelainan jantung bawaan merupakan jenis penyakit tersering yang diderita anak. Sekitar 1 dari 100 hingga 200 anak menderita penyakit ini.

Kelainan ini bisa saja ringan sehingga tidak terdeteksi saat lahir. Namun pada anak tertentu, efek dari kelainan ini begitu berat sehingga diagnosis telah dapat ditegakkan bahkan sebelum lahir. Dengan kecanggihan teknologi kedokteran di bidang diagnosis dan terapi, banyak anak dengan kelainan jantung kongenital dapat ditolong dan sehat sampai dewasa.

Menurut Dr.Michael Katz, pakar kesehatan anak dari Columbia University, Amerika Serikat, kelainan jantung bawaan menjadi penyakit yang banyak diderita karena perkembangan organ jantung pada janin sangat rumit dan kompleks sehingga banyak kemungkinan terjadinya kelainan.

"Jantung adalah organisme yang paling kompleks dan semuanya jaringan yang berbeda tadi menjadi satu dan berkembang pada janin," kata Katz.

Jenis kelainan jantung kongenital terbanyak adalah bocornya, baik sekat serambi maupun bilik jantung, transposisi pembuluh darah besar dan tetap terbukanya saluran penghubung antara aorta dan pembuluh darah paru.

Tanda-tanda atau manifestasi klinis kelainan jantung bawaan sangat bervariasi, tergantung macam kelainannya. Kelainan yang menyebabkan penurunan aliran darah ke paru biasanya ditandai oleh kebiruan di kulit, kuku jari, bibir, dan lidah. Ini karena tubuh tidak mendapatkan zat asam memadai akibat pengaliran darah kotor ke tubuh. Pernapasan si anak akan menjadi cepat dan nafsu makan berkurang.

Belum diketahui pasti kenapa kelainan jantung bawaan terjadi. Ada dugaan ini terjadi akibat polusi, virus, rokok, rubella, dan obat-obatan. Faktor genetik juga disebutkan memperbesar kemungkinan mempunyai anak dengan kelainan jantung.

Penanganan kelainan ini bisa dengan obat-obatan, atau mengoreksi kelainan jantung dengan bantuan kateterisasi atau pembedahan.

KAYU PUTIH


Kayu putih sudah sejak zaman nenek moyang kita dimanfaatkan untuk mengatasi aneka gangguan kesehatan. Pemanfaatan itu tentu jauh sebelum dikenal teknologi massal untuk mengeksplorasi kandungan minyaknya.

Daun kayu putih misalnya, sejak dulu dimanfaatkan untuk mengurangi rasa sakit maupun bengkak akibat gigitan serangga. Daunnya yang telah dijadikan ekstrak atau dikeringkan biasa dimanfaatkan untuk ramuan penambah stamina.


PENGUSIR NYAMUK 

Aroma tanaman inilah yang membuat nyamuk atau serangga tak ingin berada di dekatnya. Daun kayu putih juga dapat diborehkan langsung ke kulit agar nyamuk tidak sudi hinggap. Cukup dengan meremas-remas atau me¬numbuk daunnya, lalu membalurkannya ke kulit.

Jika ingin menggunakan tanaman kayu putih secara utuh sebagai pengusir nyamuk, cukup letakkan di dalam ruangan. Supaya efektif daya halaunya, Fadli mencontohkan perbandingan ruangan dengan tanaman, yakni untuk ruangan 2 kali 3 meter cukup diisi satu tanaman kayu putih setinggi satu meter.


OBATI BATUK REJAN

Tanaman bernama Latin Melaleuca leucadendra L. ini secara turun temurun dikenal dalam pengobatan tradisonal, seperti untuk mengatasi batuk rejan.

Cara penggunaannya adalah, dua rimpang kencur ukuran sedang diparut untuk diambil airnya. Campur dengan air hangat secukupnya dan tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih.

Ramuan ini diminum setiap pagi dan malam menjelang tidur. “Hasilnya, sewaktu malam tiba, batuk sudah jauh berkurang,.


SULINGAN DAUN 

Perkembangan teknologi penyulingan telah menggeser penggunaan kayu putih secara utuh. Kandungan utama tanaman ini adalah minyak atsiri, yang dapat diolah setelah melalui proses penyulingan.

Tak heran, dalam setahun produknya mencapai ribuan liter untuk beragam keperluan rumah tangga maupun industri, dari mulai minyak gosok, bahan campuran sabun, parfum, hingga obat.

Kayu putih memang termasuk komoditi yang bernilai ekonomis tinggi. Secara umum sumber suling¬an minyak kayu putih berasal dari daunnya, dan biasa dinamakan minyak kayu putih (cajeput oil).


BANYAK MANFAAT 

Karena dapat meredakan beragam keluhan, orang menyebut kayu putih sebagai si multiguna. Perhatikan saja, minyaknya biasa dimanfaatkan dari mulai obat gosok untuk mengurangi pembengkakan maupun rasa gatal karena gigitan serangga, sakit gigi, sakit kepala, pegal-pegal, otot kram, perut kembung, luka memar, hingga untuk campuran obat batuk.

Sejumlah penelitian juga membuktikan, tanaman ini berkhasiat diaforetik (peluruh keringat), analgesik (pereda nyeri), desinfektan (pembunuh kuman), ekspektoran (peluruh dahak), dan antispasmodik (pereda nyeri perut)